______________SELAMAT DATANG_________

_________SELAMAT DATANG_________

Selasa, 06 Juli 2010

MENGENAL NAMA-NAMA ALLAH SWT.







No.  Nama  Arab  Indonesia  Inggris
  Allah  الله    The God
1 Ar Rahman  الرحمن  Yang Maha Pengasih The All Beneficent
2 Ar Rahiim  الرحيم  Yang Maha Penyayang  The Most Merciful
3 Al Malik  الملك  Yang Maha Berkuasa The King, The Sovereign
4 Al Quddus  القدوس  Yang Maha Suci  The Most Holy
5 As Salaam  السلام  Yang Maha Memberi Kesejahteraan  Peace and Blessing
6 Al Mu`min  المؤمن  Yang Maha Terpercaya The Guarantor
7 Al Muhaimin  المهيمن  Yang Maha Pemelihara  The Guardian, the Preserver
8 Al `Aziiz  العزيز  Yang Maha Perkasa The Almighty, the Self Sufficient
9 Al Jabbar  الجبار  Yang Kehendaknya Tidak Diingkari The Powerful, the Irresistible
10 Al Mutakabbir  المتكبر  Yang Memiliki Kebesaran  The Tremendous
11 Al Khaliq  الخالق  Yang Maha Pencipta  The Creator
12 Al Baari`  البارئ  Yang Mengadakan dari Tiada The Maker
13 Al Mushawwir  المصور  Yang Membuat Bentuk The Fashioner of Forms
14 Al Ghaffaar  الغفار  Yang Maha Pengampun The Ever Forgiving
15 Al Qahhaar  القهار  Yang Maha Memaksa  The All Compelling Subduer
16 Al Wahhaab  الوهاب  Yang Maha Pemberi Karunia  The Bestower
17 Ar Razzaaq  الرزاق  Yang Maha Pemberi Rejeki  The Ever Providing
18 Al Fattaah  الفتاح  Yang Maha Pembuka  The Opener, the Victory Giver
19 Al `Aliim  العليم  Yang Maha Mengetahui The All Knowing, the Omniscient
20 Al Qaabidh  القابض  Yang Menyempitkan  The Restrainer, the Straightener
21 Al Baasith  الباسط  Yang Melapangkan The Expander, the Munificent
22 Al Khaafidh  الخافض  Yang Merendahkan  The Abaser
23 Ar Raafi`  الرافع  Yang Meninggikan The Exalter
24 Al Mu`izz  المعز  Yang Memuliakan  The Giver of Honor
25 Al Mudzil  المذل  Yang Menghinakan  The Giver of Dishonor
26 Al Samii`  السميع  Yang Maha Mendengar  The All Hearing
27 Al Bashiir  البصير  Yang Maha Melihat  The All Seeing
28 Al Hakam  الحكم  Yang Maha Menetapkan  The Judge, the Arbitrator
29 Al `Adl  العدل  Yang Maha Adil  The Utterly Just
30 Al Lathiif  اللطيف  Yang Maha Lembut  The Subtly Kind
31 Al Khabiir  الخبير  Yang Mengetahui Rahasia  The All Aware
32 Al Haliim  الحليم  Yang Maha Penyantun  The Forbearing, the Indulgent
33 Al `Azhiim  العظيم  Yang Maha Agung  The Magnificent, the Infinite
34 Al Ghafuur  الغفور  Yang Maha Pengampun  The All Forgiving
35 As Syakuur  الشكور  Yang Maha Menerima Syukur The Grateful
36 Al `Aliy  العلى  Yang Maha Tinggi  The Sublimely Exalted
37 Al Kabiir  الكبير  Yang Maha Besar  The Great
38 Al Hafizh  الحفيظ  Yang Maha Pemelihara  The Preserver
39 Al Muqiit  المقيت  Yang Maha Pemberi Kecukupan  The Nourisher
40 Al Hasiib  الحسيب  Yang Maha Pembuat Perhitungan  The Reckoner
41 Al Jaliil  الجليل  Yang Maha Luhur The Majestic
42 Al Kariim  الكريم  Yang Maha Mulia The Benevolent
43 Ar Raqiib  الرقيب  Yang Maha Mengawasi  The Watchful
44 Al Mujiib  المجيب  Yang Maha Mengabulkan  The Responsive, the Answerer
45 Al Waasi`  الواسع  Yang Maha Luas  The Vast, the All Encompassing
46 Al Hakiim  الحكيم  Yang Maka Bijaksana  The Wise
47 Al Waduud  الودود  Yang Maha Mencintai The Loving, the Kind One
48 Al Majiid  المجيد  Yang Maha Mulia  The All Glorious
49 Al Baa`its  الباعث  Yang Maha Membangkitkan  The Raiser of the Dead
50 As Syahiid  الشهيد  Yang Maha Menyaksikan  The Witness
51 Al Haqq  الحق  Yang Maha Benar  The Truth, the Real
52 Al Wakiil  الوكيل  Yang Maha Mewakili The Trustee, the Dependable
53 Al Qawiyyu  القوى  Yang Maha Kuat  The Strong
54 Al Matiin  المتين  Yang Maha Kokoh  The Firm, the Steadfast
55 Al Waliyy  الولى  Yang Maha Melindungi  The Protecting Friend, Patron, and Helper
56 Al Hamiid  الحميد  Yang Maha Terpuji  The All Praiseworthy
57 Al Mushii  المحصى  Yang Maha Menghitung The Accounter, the Numberer of All
58 Al Mubdi`  المبدئ  Yang Maha Memulai  The Producer, Originator, and Initiator of all
59 Al Mu`iid  المعيد  Yang Maha Mengembalikan  The Reinstater Who Brings Back All
60 Al Muhyii  المحيى  Yang Maha Menghidupkan  The Giver of Life
61 Al Mumiitu  المميت  Yang Maha Mematikan  The Bringer of Death, the Destroyer
62 Al Hayyu  الحي  Yang Maha Hidup  The Ever Living
63 Al Qayyuum  القيوم  Yang Maha Berdiri Sendiri The Self Subsisting Sustainer of All
64 Al Waajid  الواجد  Yang Maha Menemukan The Perceiver, the Finder, the Unfailing
65 Al Maajid  الماجد  Yang Maha Mulia  The Illustrious, the Magnificent
66 Al Wahiid  الواحد  Yang Maha Tunggal  The One, The Unique, Manifestation of Unity
67 Al `Ahad  الاحد  Yang Maha Tunggal  The One, the All Inclusive, the Indivisible
68 As Shamad  الصمد  Yang Maha Dibutuhkan The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting
69 Al Qaadir  القادر  Yang Maha Berkuasa  The All Able
70 Al Muqtadir  المقتدر  Yang Maha Berkuasa  The All Determiner, the Dominant
71 Al Muqaddim  المقدم  Yang Mendahulukan  The Expediter, He who brings forward
72 Al Mu`akkhir  المؤخر  Yang Mengakhirkan  The Delayer, He who puts far away
73 Al Awwal  الأول  Yang Pertama The First
74 Al Aakhir  الأخر  Yang Terakhir The Last
75 Az Zhaahir  الظاهر  Yang Maha Nyata  The Manifest; the All Victorious
76 Al Baathin  الباطن  Yang Maha Ghaib  The Hidden; the All Encompassing
77 Al Waali  الوالي  Yang Maha Memerintah  The Patron
78 Al Muta`aalii  المتعالي  Yang Maha Tinggi  The Self Exalted
79 Al Barri  البر  Yang Maha Dermawan The Most Kind and Righteous
80 At Tawwaab  التواب  Yang Maha Penerima Tobat  The Ever Returning, Ever Relenting
81 Al Muntaqim  المنتقم  Yang Maha Penyiksa  The Avenger
82 Al Afuww  العفو  Yang Maha Pemaaf  The Pardoner, the Effacer of Sins
83 Ar Ra`uuf  الرؤوف  Yang Maha Pengasih  The Compassionate, the All Pitying
84 Malikul Mulk  مالك الملك  Penguasa Kerajaan The Owner of All Sovereignty
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam  ذو الجلال و الإكرام  Yang Memiliki Keluhuran dan Kemurahan  The Lord of Majesty and Generosity
86 Al Muqsith  المقسط  Yang Maha Adil  The Equitable, the Requiter
87 Al Jamii`  الجامع  Yang Maha Penghimpun The Gatherer, the Unifier
88 Al Ghaniyy  الغنى  Yang Maha Kaya The All Rich, the Independent
89 Al Mughnii  المغنى  Yang Maha Memberi Kekayaan  The Enricher, the Emancipator
90 Al Maani  المانع  Yang Maha Mencegah  The Withholder, the Shielder, the Defender
91 Ad Dhaar  الضار  Yang Maha Memberi Derita  The Distressor, the Harmer
92 An Nafii`  النافع  Yang Maha Memberi Manfaat  The Propitious, the Benefactor
93 An Nuur  النور  Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)  The Light
94 Al Haadii  الهادئ  Yang Maha Pemberi Petunjuk  The Guide
95 Al Baadii  البديع  Pencipta Pertama Incomparable, the Originator
96 Al Baaqii  الباقي  Yang Maha Kekal  The Ever Enduring and Immutable
97 Al Waarits  الوارث  Yang Maha Mewarisi  The Heir, the Inheritor of All
98 Ar Rasyiid  الرشيد  Yang Maha Tepat TindakanNya The Guide, Infallible Teacher, and Knower
99 As Shabuur  الصبور  Yang Maha Penyabar The Patient, the Timeless

MENGGAPAI KEJERNIHAN HATI

 
 
 
 
1. Ilmu 
Carilah terus ilmu tentang hati, keutamaan kebeningan hati, kerugian kebusukan hati, bagaimana perilaku dan tabiat hati, serta bagaimana untuk mensucikannya. Diantara ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mendatangi majelis taklim, membeli buku-buku yang mengkaji tentang kebeningan hati, mendengarkan ceramah-ceramah berkaitan dengan ilmu hati, baik dari kaset maupun langsung dari nara sumbernya. Dan juga dengan cara berguru langsung kepada orang yang sudah memahami ilmu hati ini dengan benar dan ia mempraktekannya dalam kehidupan sehari-harinya. Harap dimaklumi, ilmu hati yang disampaikan oleh orang yang sudah menjalaninya akan memiliki kekuatan ruhiah besar dalam mempengaruhi orang yang menuntut ilmu kepadanya. Oleh karenanya, carilah ulama yang dengan gigih mengamalkan ilmu hati ini. 

2. Riyadhah atau Melatih Diri 
Seperti kata pepatah, “alah bisa karena biasa”. Seseorang mampu melakukan sesuatu dengan optimal salah satunya karena terlatih atau terbiasa melakukannya. Begitu pula upaya dalam membersihkan hati ini, ternyata akan mampu dilakukan dengan optimal jikalau kita terus-menerus melakukan riyadhah (latihan). Adapun bentuk latihan diri yang dapat kita lakukan untuk menggapai bening hati ini adalah 


Menilai kekurangan atau keburukan diri. 
Patut diketahui bahwa bagaimana mungkin kita akan mengubah diri kalau kita tidak tahu apa-apa yang harus kita ubah, bagaimana mungkin kita memperbaiki diri kalau kita tidak tahu apa yang harus diperbaiki. Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh untuk belajar jujur mengenal diri sendiri, dengan cara 

Memiliki waktu khusus untuk tafakur. 
Setiap ba’da shalat kita harus mulai berpikir; saya ini sombong atau tidak? Apakah saya ini riya atau tidak? Apakah saya ini orangnya takabur atau tidak? Apakah saya ini pendengki atau bukan? Belajarlah sekuat tenaga untuk mengetahui diri ini sebenarnya. Kalau perlu buat catatan khusus tentang kekurangan-kekurangan diri kita, (tentu saja tidak perlu kita beberkan pada orang lain). Ketahuilah bahwa kejujuran pada diri ini merupakan modal yang teramat penting sebagai langkah awal kita untuk memperbaiki diri kita ini

Memiliki partner. 
Kawan sejati yang memiliki komitmen untuk saling mengkoreksi semata-mata untuk kebaikan bersama yang memiliki komitmen untuk saling mewangikan, mengharumkan, memajukan, dan diantaranya menjadi cermin bagi satu yang lainnya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tentu saja dengan niat dan cara yang benar, jangan sampai malah saling membeberkan aib yang akhirnya terjerumus pada fitnah. Partner ini bisa istri, suami, adik, kakak, atau kawan-kawan lain yang memiliki tekad yang sama untuk mensucikan diri. Buatlah prosedur yang baik, jadwal berkala, sehingga selain mendapatkan masukan yang berharga tentang diri ini dari partner kita, kita juga bisa menikmati proses ini secara wajar.
Manfaatkan orang yang tidak menyukai kita. 
Mengapa? Tiada lain karena orang yang membenci kita ternyata memiliki kesungguhan yang lebih dibanding orang yang lain dalam menilai, memperhatikan, mengamati, khususnya dalam hal kekurangan diri. Hadapi mereka dengan kepala dingin, tenang, tanpa sikap yang berlebihan. Anggaplah mereka sebagai aset karunia Allah yang perlu kita optimalkan keberadannya. Karenanya, jadikan apapun yang mereka katakan, apapun yang mereka lakukan, menjadi bahan perenungan, bahan untuk ditafakuri, bahan untuk dimaafkan, dan bahan untuk berlapang hati dengan membalasnya justru oleh aneka kebaikan. Sungguh tidak pernah rugi orang lain berbuat jelek kepada diri kita. Kerugian adalah ketika kita berbuat kejelekkan kepada orang lan.

Tafakuri kejadian yang ada di sekitar kita.
Kejadian di negara, tingkah polah para pengelola negara, akhlak pipmpinan negara, atau tokoh apapun dan siapa pun di negeri ini. Begitu banyak yang dapat kita pelajari dan tafakuri dari mereka, baik dalam hal kebaikan ataupun kejelekkan/kesalahan (tentu untuk kita hindari kejelekkan/kesalahan serupa). Selain itu, dari orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti teman, tetangga, atau tamu, yang mereka itu merupakan bahan untuk ditafakuri. Mana yang menyentuh hati, kita menaruh rasa hormat, kagum, kepada mereka. Mana yang akan melukai hati, mendera perasaan, mencabik qalbu, karena itu juga bisa jadi bahan contoh, bahan perhatian, lalu tanyalah pada diri kita, mirip yang mana? Tidak usah kita mencemooh orang lain, tapi tafakuri perilaku orang lain tersebut dan cocokkan dengan keadaan kita. Ubahlah sesuatu yang dianggap melukai, seperti yang kita rasakan, kepada sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang dianggap mengagumkan, kepada perilaku kita spereti yang kita kagumi tersebut. Mudah-mudahan dengan riyadhah tahap awal ini kita mulai mengenal, siapa sebenarnya diri kita?
 
DARI:
AA GYM

Minggu, 04 Juli 2010

RANGKAIAN KATA UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita”.

Wahai manusia, manfaatkanlah hidupmu. Aku tidak dapat membelinya
dengan tiga ratus ribu dinar.
Pastikan engkau menyadari nilai dari waktu
yang engkau miliki.

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat .
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga .
Keberanian akan tumbuh semakin kuat, bila kita membagikannya kepada yang lainnya
Kadang kala, jalan yang sedang kita lalui, tidak sepenting arah yang kita tuju.

Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.
Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia.
Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.


Penyesalan akan hari kemaren, dan ketakutan akan hari esok adalah dua pencuri yang mengambil kebahagiaan saat ini.

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan..

Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.

SEKIAN DARI SAYA....

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SEMUA.

Sabtu, 03 Juli 2010

MARI HADAPI MASALAH KITA...

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat.
Karena dalam keadaan tetap bergerak, Anda menciptakan suatu kemajuan.
Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa.
Akibatnya, masalah kita terlihat besar sekali, kompleks dan tidak bisa terselesaikan.
Hasilnya Anda hanya termenung dan tidak bergerak.
Sabar dan coba mundur sebentar.
Perhatikan tantangan Anda.
Tidakkah lebih memungkinkan bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah pendek terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus.
Satu langkah kecil demi satu langkah kecil, asalkan Anda tidak berhenti, adalah cukup,karena Anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju dan bukan berhenti.

SINGKIRKANLAH PRASANGKA BURUK ANDA

Ketika Anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka.
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan.
Ia memberikan “jawaban” sebelum Anda mengetahui “pertanyaannya”.
Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila Anda tak paham akan masalahnya.
Biarkan fakta yang tampak di hadapan Anda, terima apa adanya.
Jangan biarkan prasangka menyeret Anda ke ujung jalan yang lain.
Mungkin Anda merasa aman dengan prasangka Anda, namun sebenarnya ia berbahaya dalam jangka waktu yang panjang.
Bila Anda telah mampu melepaskan prasangka, Anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.


Bila Anda mengenakan kacamata, Maka yang melihat tetaplah mata Anda, Bukan kacamata Anda.
Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata Anda.



Demikianlah pula halnya dengan diri Anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati Anda melalui mata Anda.
Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tidak mampu melihat dengan baik.
Usaplah prasangka sebaimana Anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan Anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.